BATULICIN, aiqinews7.com — Upaya meningkatkan literasi sekaligus memperkuat pemahaman sejarah lokal terus didorong melalui kehadiran buku Puanna Dekke’: Riwayat Pendiri Wilayah Pagatan, Tanah Bumbu Abad XVIII–Abad XIX. Buku ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak sekadar mengenal nama, tetapi juga memahami peran besar Puanna Dekke’ sebagai tokoh penting dalam pembentukan wilayah Pagatan.
Melalui narasi sejarah yang tersusun, pembaca diajak menelusuri jejak perjuangan, nilai kepemimpinan, serta kontribusi tokoh tersebut dalam membangun identitas Tanah Bumbu, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran literasi sekaligus rasa bangga terhadap sejarah daerah.
Kalau kita tidak mengenal tokoh seperti Puanna Dekke’, maka kita sedang kehilangan bagian penting dari jati diri daerah. Literasi adalah kunci untuk memahami siapa kita dan dari mana kita berasal.

Kedua buku tersebut menjadi bagian penting dalam mendokumentasikan perjalanan sejarah Tanah Bumbu, khususnya terkait tokoh-tokoh berpengaruh yang memiliki peran besar dalam perkembangan wilayah. Buku Profil Ulama dan Raja Kabupaten Tanah Bumbu menyoroti kiprah ulama dan pemimpin lokal dalam membangun peradaban serta kehidupan sosial masyarakat.
Sementara itu, buku Puanna Dekke’ mengulas secara khusus sosok pendiri wilayah Pagatan yang memiliki nilai historis kuat sejak abad ke-18 hingga abad ke-19. Melalui penelusuran sejarah yang mendalam, buku ini memberikan gambaran tentang asal-usul wilayah serta kontribusi tokoh lokal dalam membentuk identitas daerah.
Kehadiran kedua buku ini diharapkan dapat menjadi sumber literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal sejarah daerahnya sendiri. Selain itu, publikasi ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan lokal.
Penyebarluasan buku-buku ini sebagai bagian dari edukasi sejarah dan budaya, sekaligus memperkaya referensi lokal yang selama ini masih terbatas.
13 views