BATULICIN, aiqinews7.com — Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan digital yang kini semakin canggih. Dalam sebuah himbauan edukasi, BRI menegaskan bahwa hanya dengan satu klik pada tautan palsu, data pribadi nasabah bisa hilang dalam hitungan detik.
Modus penipuan yang kerap terjadi adalah melalui pengiriman link yang sekilas terlihat resmi, menyerupai alamat situs BRI. Namun, jika diperhatikan lebih teliti, terdapat perbedaan kecil seperti satu huruf, angka, simbol, atau tambahan tanda baca.
Perbedaan inilah yang sering luput dari perhatian, namun dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencuri data hingga menguras rekening korban.

“Jangan pernah meremehkan perbedaan kecil pada sebuah link. Satu karakter saja bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku kejahatan siber,” demikian pesan edukasi yang disampaikan.
Untuk menghindari dampak fatal tersebut, BRI mengimbau masyarakat agar menerapkan sejumlah langkah pencegahan. Di antaranya dengan selalu meneliti ejaan dan domain link sebelum mengklik, serta tidak tergesa-gesa membuka tautan terutama jika dikirim oleh pihak yang mencurigakan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk mengabaikan dan memblokir nomor pengirim yang tidak dikenal. BRI juga menegaskan agar nasabah tidak pernah memberikan data pribadi seperti password, PIN, kode OTP, maupun CVV/CVC kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengatasnamakan bank.
Langkah penting lainnya adalah rutin mengganti PIN dan password, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA) pada akun perbankan.
Jika menemukan pesan mencurigakan atau ragu terhadap suatu informasi, nasabah disarankan untuk segera menghubungi contact center resmi BRI guna memastikan kebenarannya.

Melalui kampanye ini, BRI berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keamanan digital. “Ingat, satu huruf berbeda bisa membuat data dan saldo rekening Anda lenyap seketika,” menjadi pesan penutup yang ditekankan dalam edukasi tersebut.
BRI juga mengajak masyarakat untuk turut menyebarluaskan informasi ini agar semakin banyak orang terhindar dari kejahatan siber yang merugikan.
22 views