Rupiah Nyaris Rp18 Ribu per Dolar AS, Publik Panik: Ekonomi Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

TANAH BUMBU, aiqinews7.com — Nilai tukar rupiah kembali babak belur. Pada perdagangan Jumat (15/5/2026), dolar Amerika Serikat (AS) disebut telah menyentuh angka Rp17.614 per dolar AS. Angka ini sontak memicu kepanikan publik dan menjadi viral di media sosial.

Banyak warganet menilai kondisi tersebut sebagai sinyal bahaya bagi perekonomian nasional. Sebab, pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan harga barang impor, bahan bakar, hingga kebutuhan pokok masyarakat.

“Kalau dolar terus naik, rakyat kecil yang paling terasa dampaknya,” tulis salah satu netizen di media sosial.

Pengamat ekonomi menilai anjloknya rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Penguatan dolar AS, memanasnya geopolitik Timur Tengah, serta keluarnya dana asing dari pasar Indonesia disebut menjadi penyebab utama tekanan terhadap rupiah.

Rupiah Nyaris Rp18 Ribu per Dolar AS, Publik Panik: Ekonomi Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Namun di tengah kondisi ini, muncul kritik tajam terhadap pemerintah yang dianggap belum mampu memberikan rasa tenang kepada pasar. Sebagian publik bahkan mulai membandingkan situasi saat ini dengan krisis moneter masa lalu.

Meski Bank Indonesia diyakini akan melakukan langkah stabilisasi, kekhawatiran masyarakat telanjur meluas. Pasalnya, jika rupiah terus melemah, dampaknya bisa merembet ke harga pangan, cicilan, biaya pendidikan, hingga dunia usaha.

Di media sosial, tagar terkait rupiah dan dolar pun ramai diperbincangkan. Sebagian warga mengaku cemas, sementara lainnya mempertanyakan arah kebijakan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang semakin keras.

Kini publik menanti, apakah rupiah mampu bangkit, atau justru terus terpuruk mendekati level psikologis Rp18 ribu per dolar AS.

7 views

 

Bagikan:

Kunjungi Sosial Media Kami

Klik: