TANAH BUMBU, aiqinews7.com — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Makarim, melontarkan pernyataan keras usai menghadapi tuntutan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menyeret namanya.
Dalam potongan video yang beredar luas di media sosial, Nadiem mengaku kecewa dan mempertanyakan besarnya tuntutan yang diarahkan kepadanya. Ia bahkan membandingkan tuntutan tersebut dengan hukuman bagi pelaku pembunuhan hingga terorisme.
“Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Penuntutan saya lebih besar daripada teroris?” ujar Nadiem dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Tak hanya itu, Nadiem juga menyoroti tuntutan uang pengganti yang disebut mencapai Rp5 triliun. Menurutnya, angka tersebut tidak masuk akal dan didasarkan pada valuasi saham saat IPO Gojek yang disebutnya hanya bersifat sementara.
“Total kekayaan saya di akhir masa menteri itu nggak sampai Rp500 miliar. Tapi digunakan angka valuasi saat IPO yang sifatnya tidak real atau fiktif,” katanya.

Nadiem menegaskan bahwa seluruh kekayaan yang dimilikinya berasal dari saham Gojek yang diperoleh secara sah sejak 2015. Ia menilai penggunaan angka tersebut sebagai dasar tuntutan merupakan bentuk tekanan hukum terhadap dirinya.
Dalam pernyataannya, mantan bos Gojek itu juga mengaku mulai kehilangan harapan terhadap masa depan penegakan hukum di Indonesia, khususnya bagi generasi muda.
“Apa harapan bagi anak-anak muda di negara ini jika melihat perlakuan seperti ini?” ucapnya.
Meski demikian, Nadiem mengajak masyarakat, terutama kalangan muda, untuk terus mengawal proses hukum yang berjalan dan tidak menyerah terhadap perjuangan mencari keadilan.
“Indonesia masih ada harapan. Perjuangan kita masih panjang,” tegasnya.
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook sendiri menjadi perhatian publik karena menyangkut proyek digitalisasi pendidikan dengan nilai anggaran fantastis pada masa pandemi. Hingga kini, proses persidangan masih terus berlangsung dan memunculkan perdebatan luas di tengah masyarakat.
Sumber: okezone
9 views